Kamis, 09 Agustus 2012

Ketika waktu merenggut jatah hidupku.


Angka itu membuatku merinding tak karuan, berbagai upaya telah aku lakukan untuk dapat merubah angka tersebut agar tidak tertuju padaku.

2. banyak arti dari angka itu.

Mungkin sudah banyak yang mengalami kedilemaan dalam pertambahan usia.

Yah, usiaku sekarang tak muda lagi. Dilihat dari angkanya, saya sudah masuk dalam masa dewasa awal.
Tak seperti ketika ku bertambah umur ke 7, 8, atau sembilan yang  membuatku senang bahwa aku dapat tumbuh besar dan tuhan memberikan kesempatan bagiku untuk hidup.

Pernah ku berfikir saat usiaku menginjak 9 atau 10 tahun, tak tahulah aku lupa spefisiknya. Dulu, disekitar lingkungan rumahku, teman-teman sebayaku selalu mengadakan pesta ulang tahun.

Aku berfikir, Tuhan…. Enaknya mereka ya… merayakan ulang tahun dengan berkumpul dengan teman-teman, meniup lilin, memotong kue, bernyanyi dan main games dipesta itu. Dan aku pun menjadi anak yang paling bersemangat dalam memainkan games tersebut. Aku yang selalu menawarkan diri untuk meletuskan balon yang isinya terdapat tantangan-tantangan. Duhh… masa kecil J  Tak pernah malu.

Aku pun mereka-reka dalam imajinasiku, aku mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran dan teman-temanku diundang kerumah. Namun, hal itu tak pernah terjadi.

Itu anak-anak.

Remaja. Ya, ketika usiaku beranjak ke usia remaja. Aku sedikit lupa akan hal itu.
Lalu, ingatan itu kembali muncul ketika ku berada di kelas 2 SMA. Waktu itu banyak teman yang pasti mengadakan pesta ulang tahun yang ke 17. Angka keramat bagi para remaja pada waktu itu. Sweet Seventeen. Aku sudah tidak tertarik dengan hal-hal itu ternyata, namun teman dekatku ia sangat mendambakan untuk dapat mengadakan pesta seperti itu.

Akupun terusik dengan perkataannya, wow… Mungkin benar apa kata dia. Mungkin itu perlu, apalagi saat itu aku sedang terlibat cinta monyet *ekhem.

Sepertinya menyenangkan mengadakan pesta itu. Apalagi sang pujaan hati datang ke pestaku dengan membawa kejutan yang tak terduga. Membawa buku, boneka, mawar, teleskop, atau cincin. Saat itu bayangannku melanglang-buana.

Namun hal itu tak pernah terjadi.

Angka keramat itu pun sudah tak berlaku lagi bagiku.

Justru angka 18-lah yang menurutku paling keramat alias paling aku ingat. Angka yang sangat bermakna.
Pagi itu, ketika ku tepat berusia 18 tahun, kedua sahabatku sudah mempersiapkan kejutan untuk temannya ini.

Mereka sengaja membuat nasi goreng special dengan hiasan-hiasannya yang pasti menurutku akan membuatku terenyuh melihatnya. Mereka mengabariku bahwa mereka akan pergi kerumahku pagi itu. Hanya untuk berkunjung saja tidak pernah mereka membicarakan soal kejutan itu.

Mereka pergi kerumahku dengan memboyong kuda besi salah satu temanku.

Naas, sebelum mereka sampai kerumahku, mereka hanya tinggal menyebrang saja, tinggal memberikan sentuhan terakhir untuk bisa sampai kerumahku, dari arah berlawanan terdapat motor yang melaju kencang dan menabrak kedua sahabatku…….

Oh Man……

Untungnya hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, kedua sahabatku selamat dari peristiwa itu, hanya luka-luka yang harus dijahit dan memar-memar di tubuhnya.

Dan hanya kotak nasi goreng itu yang tidak lecet sedikitpun.

Kalau mengingat hal itu, aku sering mereasa bersalah.. gara-gara aku ulang tahun, temanku celaka. Itulah kata-kata yang selalu aku gumamkan setelah peristiwa itu.

Diusiaku yang sekarang menginjak kaki dua, *bosan pake kepala dua* Alhamdulillah tidak ada yang membuatku merinding-merinding seperti tahun ke 18.

Makna dari pertambahan usia ini, sebenarnya jatah hidupku sudah berkurang kembali. Tak tahu sampai kapan aku bisa menghirup aroma dunia yang fana ini. Saat ini, aku diberi peringatan oleh Tuhan untuk selalu mengingat-Nya, untuk memanfaatkan hidup ini dengan sebaik-baiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar