Angka itu membuatku merinding tak karuan, berbagai upaya
telah aku lakukan untuk dapat merubah angka tersebut agar tidak tertuju padaku.
2. banyak arti dari angka itu.
Mungkin sudah banyak yang mengalami kedilemaan dalam
pertambahan usia.
Yah, usiaku sekarang tak muda lagi. Dilihat dari angkanya,
saya sudah masuk dalam masa dewasa awal.
Tak seperti ketika ku bertambah umur ke 7, 8, atau sembilan
yang membuatku senang bahwa aku dapat
tumbuh besar dan tuhan memberikan kesempatan bagiku untuk hidup.
Pernah ku berfikir saat usiaku menginjak 9 atau 10 tahun,
tak tahulah aku lupa spefisiknya. Dulu, disekitar lingkungan rumahku,
teman-teman sebayaku selalu mengadakan pesta ulang tahun.
Aku berfikir, Tuhan…. Enaknya mereka ya… merayakan ulang
tahun dengan berkumpul dengan teman-teman, meniup lilin, memotong kue,
bernyanyi dan main games dipesta itu. Dan aku pun menjadi anak yang paling
bersemangat dalam memainkan games tersebut. Aku yang selalu menawarkan diri
untuk meletuskan balon yang isinya terdapat tantangan-tantangan. Duhh… masa
kecil J Tak pernah malu.
Aku pun mereka-reka dalam imajinasiku, aku mengadakan pesta
ulang tahun besar-besaran dan teman-temanku diundang kerumah. Namun, hal itu
tak pernah terjadi.
Itu anak-anak.
Remaja. Ya, ketika usiaku beranjak ke usia remaja. Aku
sedikit lupa akan hal itu.
Lalu, ingatan itu kembali muncul ketika ku berada di kelas 2
SMA. Waktu itu banyak teman yang pasti mengadakan pesta ulang tahun yang ke 17.
Angka keramat bagi para remaja pada waktu itu. Sweet Seventeen. Aku sudah tidak tertarik dengan hal-hal itu
ternyata, namun teman dekatku ia sangat mendambakan untuk dapat mengadakan
pesta seperti itu.
Akupun terusik dengan perkataannya, wow… Mungkin benar apa
kata dia. Mungkin itu perlu, apalagi saat itu aku sedang terlibat cinta monyet
*ekhem.
Sepertinya menyenangkan mengadakan pesta itu. Apalagi sang
pujaan hati datang ke pestaku dengan membawa kejutan yang tak terduga. Membawa
buku, boneka, mawar, teleskop, atau cincin. Saat itu bayangannku
melanglang-buana.
Namun hal itu tak pernah terjadi.
Angka keramat itu pun sudah tak berlaku lagi bagiku.
Justru angka 18-lah yang menurutku paling keramat alias
paling aku ingat. Angka yang sangat bermakna.
Pagi itu, ketika ku tepat berusia 18 tahun, kedua sahabatku
sudah mempersiapkan kejutan untuk temannya ini.
Mereka sengaja membuat nasi goreng special dengan
hiasan-hiasannya yang pasti menurutku akan membuatku terenyuh melihatnya.
Mereka mengabariku bahwa mereka akan pergi kerumahku pagi itu. Hanya untuk
berkunjung saja tidak pernah mereka membicarakan soal kejutan itu.
Mereka pergi kerumahku dengan memboyong kuda besi salah satu
temanku.
Naas, sebelum mereka sampai kerumahku, mereka hanya tinggal
menyebrang saja, tinggal memberikan sentuhan terakhir untuk bisa sampai
kerumahku, dari arah berlawanan terdapat motor yang melaju kencang dan menabrak
kedua sahabatku…….
Oh Man……
Untungnya hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, kedua
sahabatku selamat dari peristiwa itu, hanya luka-luka yang harus dijahit dan
memar-memar di tubuhnya.
Dan hanya kotak nasi goreng itu yang tidak lecet sedikitpun.
Kalau mengingat hal itu, aku sering mereasa bersalah..
gara-gara aku ulang tahun, temanku celaka. Itulah kata-kata yang selalu aku
gumamkan setelah peristiwa itu.
Diusiaku yang sekarang menginjak kaki dua, *bosan pake
kepala dua* Alhamdulillah tidak ada yang membuatku merinding-merinding seperti
tahun ke 18.
Makna dari pertambahan usia ini, sebenarnya jatah hidupku
sudah berkurang kembali. Tak tahu sampai kapan aku bisa menghirup aroma dunia
yang fana ini. Saat ini, aku diberi peringatan oleh Tuhan untuk selalu
mengingat-Nya, untuk memanfaatkan hidup ini dengan sebaik-baiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar