Senin, 14 Februari 2011

Cerpen 2nd Love


Short story/cerpen/carpon.
Written by: ~Pia
Title:  2nd L.O.V.E
Episode: 1-2-3 end
Cast:
Park shin hye  as Aletta
Jang geun suk as Fahri
Choi siwon Suju as Farel
Jessica SNSD as Putri
robert pattinson as Rian
cameo:
yoo seung ho
tom felton
kim nam gil
song hye gyo
bi rain
sudut pandang: orang ke 1
Rate: silahkan LIKE, kalu benar suka, dan jangan LIKE kalo tidak suka. Berikan komentar apapun. Mau menghina juga gak apa-apa. Itu bisa menjadi motivasi saya untuk lebih giat lagi menulis. Thanks be4.
PS: sekarang ceritanya agak aneh, berlatar indonesia banget, tapi cast pemainnya yang aneh-aneh, korea+holliwood. Tadinya pengen pake tokoh temen-temen, namun belum punya kontrak ekslusif dari mereka*di sambit mereka*. Asal mula nama FAHRI, saat nulis cerita ini waktu saya kelas 1 SMA, dan lagi heboh film ayat-ayat cinta. Diambil deh nama itu. Nama Aletta, diambil dari seorang balerina kalo gak salah. Nama Farel, di ambil dari sebuah sinetron indonesia yang saat itu di gemari para masyarakat penyuka sinetron. Dan, masih ada kata 'manusia serigala' seperti di story sebelumnya. Karena manusia serigala atau werewolf ada di film harry potter. Prof. R.J lupin yang berubah jadi werewolf. Film favorit itu teh*di expeliarmus sama harry*. Kalau menurut saya cerita ini lebay. XDXDXD
Yang di tag, wajib komen ya.. he *guaplok!



Selamat membaca.
2nd L.O.V.E
PART I

Masih teringat jelas di benaku, seorang anak kecil meniupi luka kecil di lututku, ketika itu aku menangis, menagisi lukaku yang tak kunjung kering. Tapi dia tetap tenag dan mengatakan sesuatu yang masih ku ingat sampai sekarang.
“jangan menangis!  Aku akan berusaha membuat lukamu kering!”
itulah kata-katanya, kata-kata yang kadang membuatku tertawa.
Pertama kali ku injakan kaki di depan kelas sebelas sains 4, pelan ku atur nafasku. Kulangkahkan kakiku sembari menghirup nafas dan berkata
“selamat siang”
Puluhan mata memandangiku, suasana mendadak jadi sepi.
“selamat siang” jawab mereka yang sedang memandangiku. Suasana kembali riuh.
“cuit... cuit... murid baru ya?”
“namanya siapa?”
“alamatnya di mana?”
“dari sekolah mana?”
banyak sekali pertanyaan yang di jatuhkan padaku, sampai ada yang nyeletuk.
“nomer CD?”
semua hening, 3 detik kemudian,
“whoahahahahahaha...hahaha..” semua menertawakan tingkahku yang kikuk, di beri prtanyaan seperti itu.
Huh, kelas apa ini,? Mereka tega-teganya kepadaku. Kalau tahu begini aku tak sudi menginjak kelas ini lagi. Batinku menggeram.
“woy! Bisa diem gak sih?”  tiba-tiba terdengar suara nge-bass dari belakang pojok. Sunyi, sepi, seperti di hutan. Itulah suasana kelas sebelas sains 4 saat itu.
JRENG!!
sesosok pria jangkung berdiri memicingkan matanya kepadaku.
“lo, pasti anak baru, siapa nama lo?” tanyanya pake kata 'LO', wow baru juga ketemu udah gitu ngomongnya.
“A...Aletta” jawabku takut yang langsung menunduk.
“Lo, duduk sama gue di sini, karna cuma gue yang duduk sendiri.” katanya
Aku bengong.
“ayo!” teriaknya.
DEG! Kaget banget aku, pelan ku berjalan menuju bangku terakhir. Ketika sampai disana aku masih berrdiri, memegangi tali tas selempangku.
“Kenapa?” tanyanya. “ayo duduk” lanjutnya lagi. Seram.
Hiiii..... kayak manusia serigala. Batinku.
“i, iya” kataku gugup.
Aku duduk. Pelan menaruh tasku di atas meja. Suasana kelas jadi seperti biasanya lagi. Rada ribut sedikit.
Aku masih parno sama orang yang berada di sampingku ini.
Hii....
“apa?”
Wow, matanya mendelik kepadaku. Kaget banget. hi... Ya tuhan selametin aku dari makhluk jadi-jadian ini. Batinku lagi. Aku hanya bisa memnbatin saat itu.
Aku diam seribu bahasa, aku tak berani ngomong secuil katapun, atau bergerak mencurigakan. Keringat dinginpun mulai keluar. Deg-deg-an pun tak bisa dihindari
“ kamu kenapa sih kayak orang ketakutan gitu?” tanya simakhluk serigala itu.
“eh...eng...enggak”
“ jangan tegang gitu dong, enjoy aja” wuih.. si manusia serigala itu terlihat ramah sekarang.
“aku Fahri, kamu?” manusia seigala itu mengulurkan tangannya.
Hoo..
aku memelototi tangannya
“mhmh... aletta” aku segera membalas uluran tangannya. Padahal tadi kan dia tanya namaku kok udah lupa? batin ku lagi terus menerus.
“kamu tuh kenapa sih dari tadi kayak orang tegang gitu dari tadi?” makhluk itu berbicara dengan ramah dan bernada akrab.
“hh...” aku menghela nafas lega. Ternyata makhluk ini baik juga.
“aku takut, kukira kalau aku salah bicara aku bakalan di makan sama kamu” kataku
“idih... sampai segitunya? Emang tampang aku kayak monster gitu?” tanyanya melipatkan jidatnya.
“enggak, cuma” kataku menggantung
“cuma apa?”
“cuma tampangnya galak”
“ye... enak aja!”
kini Fahri si manusia serigala itu, berubah tampang jadi manusia beneran.
JRENG.. JRENG.. JRENG..
Seorang lelaki bertubuh gemuk, berkacamata tebal , membawa setumpuk kertas, berjalan memasuki kelas menuju meja guru dan langsung duduk. Menggebrak meja.
Anak-anak yang tadinya ribut, jadi diam tujuh ribu bahasa.
“di meja hanya ada bolpoint saja!” kata lelaki itu yang rupanya adalah seorang guru.
“ini mau apa pak?” tanya salah seorang murid,
“ulangan”
“ HAAH!!” mulut semua murid ternganga.
“Tidak ada tapi, dan protes, protes lain!, hari ini kita Full dua jam ulangan!”
“HHHHHHHHHHHHAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!” mulut semua murid makin memanjang menganga. Mereka misuh-misuh sendiri, mengesalkan hari ini terjadi ulangan yang mendadak. Muka mereka berubah menjadi kusut dan tak bersemangat lagi.
“ulangan apaan sih?” tanyaku nyodok sikut Fahri.
“matematika” katanya enteng.
Yah,baru juga masuk udah ada ulangan.
Terlihat bapak guru itu membagikan kertas-kertas yang di bawanya tadi, masing-masing ke meja murid.
SRAT! Sampai juga soal ulangan itu di mejaku.
“Yang kelihatan nyontek, Bapak gantung di tiang bendera!” serunya.
Wow... ancamannya ngena.
Kulihat soal nomor satu,
Berapakah hasil limit di bawah ini. Mataku hampir jereng melihat anak soal. Baru juga nomor satu anaknya udah banyak, kayak gak pake KB.
Aku hanya pasrah dan langsung mencoba menyelesaikan soal itu dan soal-soal yang lainnya. Sembilan puluh menit berlalu. Bapak guru kembali berkicau.
“HURRY UP!”
sesegera mungkin murid-murid, temasuk aku menaruh kertas ulangan itu di meja guru.
Setelah semua terkumpul bapak guru berkicau again.
“hasilnya dapat kalian lihat di papan pengumuman besok”
lalu bapak guru melangkah meninggalkan kelas.
“giamana tadi ulangannya?” tanya Fahri.
“gitu deh, tak terotaki” ujarku.”kalau kamu?”
“mudah”
ngeh? Mudah? Sinting dia.
“eh, Ta, kita keliling-keliling sekolah yuk” ajaknya.
Ternyata manusia ini punya ide bagus juga.
“yuk”


Part 2
sudah 2 minggu aku belajar di sekolah baru itu. Tapi kali ini aku gak masuk karena sakit. Aku hanya sakit demam, tapi kakakku melarangku untuk sekolah.
TING TONG TING TONG. Suara bel berbunyi.
Nah siapa tuh?
TING TONG TING TONG
Kakak mana sih?
TING TONG TING TONG
Huh!
TING TONG TING TONG
“Kak Rian bukain pintu!!!” Jeritku dari kamar.
“berisik banget sih?!!” jerit kakak dari bawah.
Aaaaaaaa'itu ada yang pencet bel!!” jerit ku lagi, aku dan kakak saling jerit menjerit.
“Letta!!!!!!” Kak Rian menjerit lagi.
“apa sih!!!” ku lemparkan komik yang sedang ku Baca. Kakakku itu bawel sekali.
“ini ada yang jenguk” mendadak kak Rian udah di depan pintu. Dia membawa seseorang di belakangnya.
“siapa?” tanyaku. Aku penasaran siapa yang jenguk. Padalah baru 2 hari aku gak masuk sekolah.
Orang itu melambaikan tangannya.
“Fahri???!!!?!?!”
ternyata teman sebangkuku.
“fahri, ngapain kamu kesini?” tanyaku heran.
“ya jenguk kamu lah”
“sama siapa?”
“sendiri”
hah?! Aku kira dia datang sama teman-teman sekolah.
“eh, mumpung ada temen lo, gue keluar sebentar ya. Yuk!!” Kak Rian lansung ngibrit pergi tanpa persetujuanku. Dasar.
“lo sakit apa sih?” Fahri duduk di samping tempatku berbaring.
“ah, cuma demam tadinya sih mau sekolah, tapi dilarang kakak”
“oh” mulut fahri membulat.
Lalu aku dan dia ngobrol-ngobrol seru. Seharian.
“eh, udah siang banget nih, kamu harus istirahat” katanya.
“gak ah”
“eh! Harus, ayo cepet!” Fahri melotot.
“ogah” tolakku.
“harus!” katanya maksa.
“oke, aku istirahat, tapi dengan satu syarat.”
“apaan tuh?”alis Fahri naik sebelah.
“nyayiin lagu nina bobo.”
“Hah??!! emangnya gue emak lo apa?” katanya kaget. Lalu ribut sendiri.
“ ya udah, sana pulang, aku gak jadi istirahatnya.” kataku
“ih, manja banget sih”
tapi akhirnya fahri nyerah juga. Dia mulai menyanyi-nyanyi lagu yang aku request.
“Letta bobo, oohh, letta bobo,” aku pura-pura merem.
“kalo tidak bobo, di samperin genderuwo!!!!!”
idih, lagu apaan tuh? Kucubit perut Fahri.
“aww!!1” fahri menjerit meringis kesakitan.
“yang bener dong,!”
kataku kecut lalu mengancamnya untuk pulang.
“iya, iya...” kata Fahri, langsung ia mulai lagi nyanyinya.
“ulang ya, ekhem-ekhem, letta bobo... oh, letta bobo.. kalau tidak bobo, di gigit kebo!!”
“argh!!!! pergi lo dari sini!”
HABUAKH!! ku lempari Fahri, dengan bantal-bantal yand dekat di dekatku, ia langsung ngibrit keluar,
'yu.. ah, bay bay capcus cin...” katanya anggun, mendadak fahri bergaya-gaya ala banci sambil menutup pintu.
“dasar!” ujarku geram, tapi lucu juga.
#lebay.com#

Part 3
Sudah dua hari aku tidak masuk sekolah. Tapi sekarang aku sudah mulai sekolah lagi. Aku dan fahripun jadi tambah akrab. Fahri itu orangnya pintar, supel, doyan makan, dan perhatian. Olahraganya juga jago. Balik lagi sama keadaan di sekolah sekarang kelasku sedang dalam pelajaran olahraga, otomatis semua murid masuk ke lapangan. Aku memilih main voli saja bersama Tia, Marsyha dan Kiki. Sedangkan Fahri, dia tanding futsal sama anak kelas duabelas.
Seru banget main voli walau aku gak terlalu sering dapat giliran mukul bola, serunya kita main voli sambil bercanda, ketawa-ketiwi. Ketika aku sedang tertawa terpingkal, seseorang menyeruduk aku dari samping.
BRUK!
Aku tersungkur di lapangan tembok itu.
“aduh...”aku meringis.merasakan sakit di lututku. Ternyata yangmenyeruduk itu adalah anak kelas dua belas yang lagi main futsal.
“kamu gak apa-apa?” kata orang itu, ia langsung melihat lukaku.
“aduh... sakit” kataku lagi.
“tenang.. jangan panik, aku akan berusaha membuat lukamu kering”
“apa?” aku mematung sejenak. Aneh dengan keadaan sekarang.
Tak mungkin kalau dia adalah.....
“Farel?” kataku tiba-tiba meluncur dari bibirku. Cowok itu mendongak menatapku.
“kamu? Kamu dari mana tahu namaku?”
“farel... ini aku, alleta!”
“aletta?... letta?? hah! Elo aletta!” cowok itu antusias.
“iya ini gue..”
“aletta kemana aja kamu?!” tanyanya wajahnya semakin berseri.
“ternyata kamu beneran farel!”
tentu saja aku ingat, seorang anak kecil bernama farel yang sekarang sudah besar, setingkat diatasku. Yang ku anggap sebagai cinta pertamaku.
“Farel!” terdenganr suara perempuan memanggil namanya.
“eh... putri... sini!” Farel ngibas-ngibasin tangannya ke arah perempuan itu. Perempuan itupunmengahampiriku dan Farel.
“putri... nih kenalin temen semasa kecil gue..”
“hei... gue putri..” kata perempuan itu menyalamiku, dan tersenyum ramah.
“Apa?! Teman semasa kecil? Jadi dia???” hatiku jadi sesak ketika mendengar hal itu.
“Farel ayo sini kita ke kelas” putri menarik tangan Farel
“letta gue pergi dulu ya!”
farel dan Putri beranjak dariku dan bergandengan mesra di depanku.
Farel... kupikir kau???  batinku.
“aletta!!!!! lo kenapa??” Fahri berlari-lari menghampiriku dengan wajah cemasnya.
“ya ampun!! kamu luka! Tunggu sebentar”
ia mengambil sesuatu dari kantong celananya. Plester luka. Lalu ia merekatkan plester luka itu di lututku.
“Fahri?”
“ya?”
“bisa pinjam bahunya sebentar?”
“hah? Apa?”
tanpa menunggu persetujuan darinya aku langsung menubruk dadanya, dan menangis sejadi-jadinya.
“letta...! ada apa?!!”

Part 3

“letta lo tuh kenapa sih? Kok ampe nangis kayak gini?” fahri mengusap-ngusap bahuku. Sedangkan aku masih menangis di bahunya.
“kagak” kataku
“apa sih? Dari tadi gue nanya, lo jawab kagak...kagak. Dongkol tau gak ati gue”
“ya udah deh kalo gak ridho, lo minjemin bahu  lo...” aku beranjak dari situ sambil nangis.
“makanya ngomong dong! Ada apa?!” Fahri menarik tanganku
“ayo ngomong..” fahri memaksaku bicara apa yang terjadi. Yah... terpaksa aku ceritain rahasia-rahasia kecilku yang mungkin akan di tertawakan sama orang yang mendengar  ceritaku.
“aku tau.. aku egois banget, tapi akh! Aku gak tau lagi!”aku mendekap wajahku.
“heh! Letta! Liat gue! Liat gue!” Fahri tiba-tiba nyuruh gitu kayak orang ngamuk.
“apa sih?! Enggak!”
“liat gue! Liat mata gue!” Fahri menarik bahuku sehingga aku berhadapan dengan dia.
“liat mata gue ta! “ Fahri memegangi bahuku, dan akupun menatap matanya yang berwarna hitam.
“Aletta Nurani Syafira.. kamu jangan mudah percaya sama namanya cinta pertama, Cinta pertama hanya datang di saat kamu pertama kali suka pada seseorang. Entah cinta itu akan kembali atau menghampirimu. Dan itu semua terjadi bila kamu beruntung! Dan lo itu gak beruntung ta!!” Fahri berkata berapi-api. Aku hanya bengong. Tapi benar katanya.
“ta! Sekalian gue mau jujur sama lo! Gue tuh udah lama suka sama lo, sayang sama lo! Lo mau gak jadi soulmate gue? Jawab sekarang! Jujur! Gak usah pake basa-basi!”
aku tertegun, Fahri suka sama aku???
masa??
“Ri “
“Ya!”
“kamu nembak atau maksa?” tanyaku polos. Tiba-tiba meluncur dari mulutku.
“dua-duanya!”
“Ri, kamu tuh bener sama aku? Serius sama gue?”
“gue serius banget! Lo gak liat mata gue apa?! Mata gue keliatan boong atau serius ta?!”
Ya tuhan... nih anak,nembak kok gak ada romantis-romantisnya.
Aku menghela nafas panjang.
“i... iya gue mau” jawabku terbata-bata. Meski anak itu gak romantis, tapi entah kenapa jantungku berdebar-debar.
“bener ta?”
“............” aku mengangguk. Warna pipiku mulai merona merah.
“ta... boleh pinjam tanganmu?”
aku heran, mau apa lagi nih anak, refleks ku ulurkan tanganku. Fahri membalik badannya. Merogoh sesuatu di kantong celananya.
Tiba-tiba...
SLUP!
Sebuah cincin putih melingkar di jari manisku #ahaha lebay!!!#
“hah?” aku terkejut, sekaligus terpesona.
so...sweet...
“makasih” kataku tersipu.
“ta?”
“ya?”
mendadak fahri meletakan telapak tanganku tepat di dadanya. Aku heran.
“ta...kamu bisa rasain kan? Detak jantungku? Detak jantungku yang selalu berpacu lebih cepat ketika aku dekat denganmu..”
“ya bisa...” kurasakan Dada Fahri berdegup-degup kencang, detak iramanya sma dengan detak irama jantungku. Pelan ia menggeser tubuhnya mendekat, pelan menggengam jari-jemariku, pelan menatapku sayang, pelan juga ia berkata..
“aku cinta kamu”
dan pelan ia merekatkan bibirnya di keningku
sekejap tubuhku menghangat.
Fahri meski kau bukan cinta pertamaku, meski kau galak, meski kau jahhil, tapi aku sayang kamu. Kamu adalah cinta keduaku, cinta kedua yang akan tetap dan menjadi cinta terakhirku.. fahri cintaku hanya untukmu.... I Love You my Second love.....

---------------------------------THE END------------------------------------------
#bahahaha lebay sangat............ ###





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar