Jude barnet lee. Pria berumur 18 tahun ini adalah pria yang pasti di kenal oleh semua murid di sini. Tak hanya tampan, cerrdas juga baik hati. Ia adalah putra pertama dari keluarga shihoudou wardoyo. Orang yanng menjadi donatur utama sekolah elite ini.
Banyak wanita yang mengincarnya karena ketampanan dan kekayaanya.
------v------v-----v-----v----v-----v-----v-----v------v
“oh... iya aku baru ingat kau.” Ujar Rin.
“benar sudah?” tanya jude memiringkan wajahnya.
“yap!, tapi... kenapa kau mau bersama denganku di danau hitam yang banyak monster juga hantu?”
“memangnya kenapa? Tidak boleh?” jude mengerutkan keningnya.
“ya... aneh saja, kau kan pria yang populer,, kenapa malah d sini harusnya kau itu kan digandrungi wanita-wanita. Seperti si brengsek manusia serigala itu..” ujar Rin menggebu-gebu.
“brengsek? Siapa si brengsek?”
“si bodoh Dan”
“ oh, si anak baru itu... dan kenapa kau juga ada di sini? Bukannya kau itu kan anak kelas sebelas yang seharusnya pada jam segini kau harus tepat berada di kelas?” tanya jude balik pada Rin yang sedang mengotak-ngatik bentuk tangannya.
“yah... kau tahu aku tak suka sekelas dengannya. Apalagi mejaku sangat bedekatan dengan mejanya. Menyebalkan sekali bisa sebangku berdekatan denga si brengsek itu..”
ujar Rin dengan lemas ia membayangkan apa jadinya kalau ia sekelas bertahun-tahun bersamanya.
“kau anak yang menyenangkan juga ya...” kata Jude.. ia tersenyum melihat tingkah bodoh Rin.
“oh, ya kau.. siapa namamu?”
“panggil saja aku Rin.. “ ujar Rin ia sudah menghasilkan sebentuk hewan dari kreasi bentuk-bentuk tangannya.
Jude terlihat geli dengan apa yang dilakukan Rin saat itu.
“ hei pria wc.. atau kak jude, kau pernah merasakan tidak rasa kebencian pada seseorang?” tanya Rin menancapkan pandangan matanya pada Jude.
“tentu saja aku pernah merasakan hal seperti itu. Memangnya kenapa? Kau sedang merasakan itu sekarang?” Balas Jude menancapkan pandangan matanya.
“yeah.. seperti itulah... aku sedang benci pada seseorang. Tepatnya seekor.”
“memangnya kau benci pada hewan?”
“tidak...tidak.. aku hanya benci pada seseorang yang sudah mau jadi hewan.”
“boleh ku tahu siapa itu?” Jude menaikan alisnya sebelah.
“itu... siswa baru itu yang ku ceritakan tadi.. si Dan manusia serigala bersisik bau itu.” ujar Rin ketus ia merusak bentuk hewan yang mirip serigala di tangannya.
“ahaha.... memmangnya dia kenapa?”
“ dia itu menyebalkan sekali... masa aku di sebut bukan wanita karna dadaku tidak besar”
Jude bengong. Rin pun sama ia kehilangan kesadaran dan bengong sesaat.
“ah!! bukan... dia selalu menggangguku..” ralat Rin. Bodohnya... kok aku mengatakan hal yang sangat memalukan batinnya. Ia memukul-mukul pelan kepalanya.
“ahahaha... dasar kau.., terus mengapa kau begitu benci padanya? Padahalkan dia hanya menggagumu?” Jude meminum coklat hangat yang dari tadi ia bawa.
“ bukan hanya mengganggu. Ia selalu menimbulkan masalah. Dan pasti aku yang akan kena hukuman dari bu Lasmi yang super kejam itu.. kepala sekolah juga. Kenapa ia harus memasukan keponakannya ke sekolah ini. Itu tidak adil kan? Mentang-mentang keponakan kepala sekolah ia di perlakukan istimewa sekali. Dasar!” rin mengulek-ulekkan tangannya.
Lagi-lagi Jude hanya tersenyum melihat Rin.
“hei kau...?” tanya Jude
“ya?” Rin menoleh menatap Jude.
“kau... bisa kita pergi bersama besok?”
“mau apa? Aku tidak mau kalau kau akan macam-macam padaku..” Rin mendelikan matanya sinis menyeramkan.
“tidak... aku tidak akan macam-macam. Cuma ingin bermain saja. Sudah lama aku tidak bermain.” jude melenturkan tangan dan lehernya.
“kenapa harus denganku? Kau bermain saja dengan temanmu.” kata Rin.
Jude menghela nafas.
“aku tak punya teman” kata Jude. Matanya memandang ke langit yang mendung.
Rin bengong. Masa pria sepopuler itu tidak mempunyai teman.
Jlug! Rin loncat dari dahan pohon rendah yang ia duduki. Lalu berjalan sedikit mendekati Jude dan mengulurkan tangannya. Jude terdiam. Ia bengong.
“kau... sekarang kau temanku. Dan aku adalah temanmu. Salam kenal.” uajr Rin.
Jude pun membalas uluran tangan Rin. Dan tersenyum lalu berkata
“salam kenal”
------------------v----------------------v-------------v-----
day of play together
hari esok pun tiba. Hari itu adalah hari minggu. Aktivitas belajar-mengajar pun libur. Kecuali bagi anak-anak tertentu yang termasuk anak-anak ber-IQ tinggi,dan mempunyai 'nama', mereka biasanya menghabiskan hari minggunya ini untuk belajar di sekolah ini. Tak tahu mereka benar-benar belajar atau tidak itu adalah rahasia mereka sendiri.
Rin berjanji akan menunggu Jude taman hiburan. Mereka berjanji untuk bermain di sana.
Rin menggigiti ujung kukunya. 15 menit sudah ia menunggu Jude. Tapi Jude belum terlihat juga. Kakinya sudah pegal untuk menunggu Jude. Padahal baru 15 menit lewat. Rin tak suka menunggu. Itulah hal yang ia tidak suka. Apalagi kalau yang di tunggu itu datang terlambat. Ia pasti murka. Sampai 30 menit Jude belum terlihat juga. Rin makin kesal.
2 menit kemudian Jude pun datang dengan menggunakan mobil keluaran terbaru. Rin menatap jude kecut, ketika jude menatapnya.
“ekhem” Jude berdehem sedikit sebelum memulai pembicaraan.
“sudah jam berapa sekarang?” tanya Rin.
Jude cepat melirik arloginya.
“Jam sembilan lewat tiga puluh dua menit” ujar jude menatap kembali Rin yang tetap saja bersingut.
“kau janji jam berapa kemarin?” tanya rin lagi.
“jam sembilan” jawab Jude.
Rin terdiam. Ia mendelikan matanya.
“oke,, maafkan aku, aku sudah terlambat, aku tak tahu bahwa kau akan menepati janji dengan tepat. Jadi maafkan aku ya?”
Jude memiringkan wajahnya menengok wajah Rin yang menunduk.
“tapi kau lama sekali, kakiku pegal” ujar Rin.
“mau ku lakukan apa untukmu?” tanya Jude.
“hmmm” Rin tersenyum dan berimajinasi lagi memikirkan sesuatu.
“selama kita bermain disini kau harus membelikanku tiga puluh dua macam makanan, termasuk minuman. Setuju?” rin menawarkan kesepakatan yang membuat Jude geli.
“tidak masalah, jadi, pertama kita mau kemana sekarang?” tanya Jude.
“pertama-tama belikan dulu aku permen gula gulung yang ada di sebelah sana lalu kita main komidi putar, bagaimana?”
“kelihatannya aku sedang dimanfaatkan olehmu ya?” Jude menyunggingkan senyum.
“secara tidak langsung” kata Rin simpel. Mengacungkan jari telunjuknya. Dan berlari mendahului Jude.
Jude tersenyum, dan menyusul Rin.
Mereka lalu mencoba beberapa permainan yang terdapat di taman hiburan itu. Terlihat jude sangat senang sekali bisa bermain bebas seperti ini.
“12,13,....17” jari-jemari Rin terangkat satu persatu,,
“baru tujuh belas macam makanan yang kau belikan untuku, berarti sisa...” Rin melanjutkan perhitungannya lagi.
“sisa 15 lagi,” kata Jude, ia tak perlu menghitung dengan jari perhitungan seperti itu.
“kau ku belikan kopi dingin saja sekarang, tunggu ya..” kata Jude sembari beranjak mencari kedai kopi di sekitar sana.
Rin mengacungkan tangannya bertanda 'ok'. Dan menunggu Jude, menyender di sebuah pagar yang mengelilingi pohon besar.
“sedang apa kau di sini?” tiba-tiba sebuah tangan besar memukul pelan kepala Rin dengan sebuah surat kabar yang di gulung. Rin kaget. Ia melotot melihat sosok itu yang tengah menatap kepadanya.
“aish apa-apaan kau?!” Rin memegangi kepalannya yang di pukul Dan.
“aku hanya bertanya..” ucap Dan enteng seperti tak punya dosa.
“cih.. bertanya saja kau memukul! Dasar!”
HABUAKH!!.
cepat Rin berlari setelah melakukan aksi pembalasan dengan menendang dengkul Dan yang di lapisi celana yang terlihat mahal.
Dan memegangi lututnya dan berteriak-teriak meneriaki Rin yang kabur.
“dasar!!!!!! wanita gila!!” teriaknya.
Rin tergopoh-gopoh berlari memasuki sebuah perkebunan yang sepertinya di peruntukan untuk anak-anak yang ingin mengetahui macam-macam buah. Rin terus berlari melewati pohon pohon apel matanya bergerak-gerak untuk mencari tempat persembunyian yang aman dan terhindar dari amukan monster serigala Dan. Namun aksinya tidak berhasil kali ini. Dan gesit menjawil lengan Rin dan menariknya. Rin berontak. Sedikit terjadi suatu perkelahian kecil disana. Mereka terus saling kejar mengejar sampai akhirnya mereka tersadar bahwa mereka tersesat terlalu jauh. Bukannya di kebun apel tapi seperti di hutan.
“hei kau... sekarang kita berada di mana?” tanya Dan yang masih ngos-ngosan ia memegangi kedua lututnya.
“aku juga tidak tahu! Ini gara-gara kau Dan!” Rin juga terlihat kelelahan karena berlari terlalu lama.
“kenapa semua salahku? Ini salahmu tolol!” kata Dan keras.
“kau bodoh! Bukan aku!”
“argh... sudahlah bukan waktunya untuk bertengkar” Dan jatuh terduduk.
“ hei... kau... berikan aku air itu” Dan meminta Rin untuk berbagi air minum. Terlihat Rin sedang enak-enaknya minum.
“tidak mau” rin memasukan botolnya kedalam ransel yang sudah ia siapkan.
“jahat sekali kau...” Dan menghela nafas.
“gara-gara kau, temanku pasti menungguku” kata Rin cetus.
“memangnya kau mau apa datang ke tempat ramai seperti di sini. Wanita aneh sepertimu datang ke taman hiburan. Bukannya kau lebih suka ke tempat-tempat aneh di sekolah?”
“enak saja! Aku kesini akan bermain bersama teman. Aku sudah janji padanya tapi malah dirusak oleh kau!” rin marah lagi. Darahnya sudah hampir naik ke ubun-ubun.
“cih.. sombong sekalli kau.. memangnya siapa temanmu itu?”
“memangnya kau siapa? Ini bukan urusan mu!” ujar Rin melengos.pergi.
“hei... mau kemana kau?!” tanya Dan ia bangun dari duduknya dan menyusul Rin.
“ mau kemana lagi? Mencari jalan untuk bisa pulang.” rin mengeluarkan kompas dari ranselnya. Ia mencari arah utara.
“oh... lewat sini..” gumam Rin. Dan mengikuti kemana Rin melangkah..
“hei... kau, kenapa kita menuju arah utara?! Inikan bukan hutan sungguhan.. ini kebun..” ujar Dan melangkah menyusul sedikit langkah Rin.
“kau tak pernah lihat di film?”
“cih alasan yang tidak logis..” dan melangkahkan kakinya lagi lebih dulu dari Rin.
Rin berjalan cepat, ia tak mau berbarengan dengan manusia serigala itu.
Sementara Dan terus mengikuti Rin ia tak mau kehilangan orang itu agar bisa keluar dari kebun ini.
Banyak sekali pohon-pohon besar, dan terlihat seperti ada kehidupan hewan di sini. Rin melihat banyak serangga dan ulat bulu di sana-sini.
Dan misuh-misuh sendiri ketika melihat serangga.
“hei, wanita gila tunggu aku!!” Dan berteriak-teriak. Rin tak memperdulikannya ia terus berjalan sembari melihat kompas di tangannya.
“hei!!! tolong aku!! tolong!!” teriak Dan. Rin menghentikan langkahnya. Ia mendengar Teriakan Dan dengan sedikit tekanan nada yang berbeda. Rin menoleh kebelakang, tak lama ia menatap arah depan kembali dan meneruskan jalannya.
“tolonngg!!!”
Rin berhenti kembali. Ia berpikir sejenak apa yang harus ia lakukan. Rin memutuskan berbalik arah, sebenarnya ia tak mau melihat makhluk serigala itu.
Pelan-pelan pandangan rin memperlihatkan Dan yang sedang berdiri gelisah di dekat pohon alpukat. Kening rin melipat “kenapa dia?” batinnya.
“hei... wanita gila, cepat tolong aku!”kata Dan. Ia tetap tidak bergerak.
“memangnya kenapa kau?? kukira kau masuk jurang tadi.” jawab Rin.
“aish... cepatlah tolong aku!! jangan banyak bicara!'
“memangnya kau kenapa? Aku tak tahu harus menolong apa untukkmu.” Rin masih bingung dengan tingkah Dan yang aneh itu.
“kau tak lihat? Hah! Cepat singkirkan makhluk menjijikan itu dari pundaku!1” teriak Dan. Nampaknya ia sudah tak tahan lagi dengan situasi yang seperti ini.rin menatap Dan bingung. Ia melangkahkan kakinya, memutari tubuh Dan.
“hahahahahahaha....” Rin tertawa terpingkal. Dia melihat sesuatu yang lucu dan membuat Dan bingung.
“kenapa kau malah tertawa! Cepat singkirkan makhluk itu!” Dan terus saja mengoceh.
“ahahaha.... tak ku sangka makhluk serigala sepertimu takut dengan ulat bulu! Ahahah” rin masih trtawa terpingkal-pingkal. Sepertinya ia merasa senang melihat Dan kesusahan seperti ini.
Rin terdiam sekejap, dengan cekatan ia menyingkirkan ulat bulu itu dari pundak Dan.
“sudah kubersihkan, tenang saja” kata Rin.
Dan langsung melonjak dan berlari.
“hei... tunggu aku!!”
BRUAK...
Dan terjatuh setelah menabrak pohon yang cukup besar di depannya.
“ahahaha...” Rin kembali menertawakan Dan.
Dan menoleh Rin sinis.
“aish!..'” Dan menyentuh keningnya Dan mengumpat ketika menemukan darah di tangannya.
“ini semua gara-gara kau!” bentak Dan.
Rin melonjak kaget. Dan mengeluarkan kata-kata itu denga tekanan keras. Sepertinya Dan sangat kesal sekali.
“maafkan aku...” Rin berjalan menuju Dan. Dan jongkok menatap Dan.
“kau tak apa-apa? Kulihat lukamu.” rin, mendekatkan wajahnya dan menyentuh luka Dan dengan tangannya.
“aish! Jagn sentuh aku” Dan menepis lengan Rin.
“aku kan sudah minta maaf! Kenapa kau masih marah?!” rin berteriak.
“aku tak marah, aku kesal!” kata Dan.
“ya sudah, biar aku melihat lukamu” Cepat rin mengeluarkan plester luka dari dalam saku jaketnya. Dan menempelkannya di dahi Dan.
“kalau sudah pakai ini, lukamu akan kering.”
Dan hanya bengong,.
“ayo cepat jalan!” teriak Rin,
“Cih... kau tadi terlihat baik, tapi sekarang sudah menjadi wanita gila kembali” dengus Dan.
“Biarin, ayo cepat! Susah sekali kau di suruh cepat!”
“aku tak bisa berdiri! Kau tak lihat kakiku terkilir? Ini sakit sekali!” Dan menggosok-gosokan tangan ke kakinya.
“ayo cepat, aku bantu kau! Lamban sekali!” Rin mengulurkan tangannya.
“”cih...” Dan medelikan matanya.
“Cepat bodoh!”
Dan terpaksa meraih uluran tangan Rin. Ia perlahan-lahan berjalan dengan di papah oleh Rin
Rin dan Dan berjalan bersama-sama, dengan perlahan, rin hati-hati sekali memapah Dan.
“cih... kenapa di taman hiburan ini ada tempat seperti ini” dengus Dan.
“aha!” rin berteriak seraya refleks menjatuhkan tubuh Dan ke tanah.
“ aish! Apa-apaan kau?! Kenapa tiba-tiba kau melepaskanku?!” kata Dan menahan sakit.
“kau tak bilang dari tadi, harusnya kau bilang tempat ini” kata Rin, ia langsung merogoh kantung jaketnya dan mengeluarka sebuah ponsel. Lalu menelfon seseorang.
“halo? Kak jude? Ini aku Rin, aku tersesat di sebuah kebun............. iya, dekat tempat dimana aku menunggumu tadi.........ya.... ya aku tunggu” Rin menutup ponselnya.
“aish! Mengapa tak terpikir olehku! Bodohnya!” rin memukul keepalanya.
“kau ini!!!! jangan sibuk sendiri!! cepat bantu aku berdiri!!” Teaik Dan yang terus saja mengumpat ngumpat. 24 menit berlalu. Akhirnya rin bersama Dan bisa keluar dari kebun itu.
Jude menanti Rin disana.
“Kak Jude!” teriak Rin.
Jude menoleh, ia kaget mendapati Rin dengan penampilan yang kacau dan sedang memapah seseorang di sampingnya, terlebih lagi ia mengetahui siapa orang yang sedang di papah oleh Rin.
Sama halnya dengan Dan ia begitu terkejut melihat sosok di depannya yang sedang berdiri menatapnya.
“KAU??!!” kata Jude dan Dan berbarengan.
Rin hanya bengong menatap mereka berdua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar